My students and I
Menjadi
seorang mahasiswi di sebuah Universitas Negeri di Makassar, dengan disiplin ilmu
yang cukup dapat dibilang banyak peminatnya, membuatku sedikit banyak
bersyukur dapat menjadi salah satu diantara mereka yang beruntung. Plus
beasiswa pemerintah yang membantu ku dalam proses kuliah hingga selesai program
sarjana ku (Max: 3tahun, 8bulan yahhhh :D ). Amin.
Dunia
kuliah,,,Yahhhh,,, berbagai perspektif yang bermunculan ketika kita menyebutkan
2 kata tersebut, mulai dari menyenangkan karena dapat menemukan jati diri yang
sebenarnya melaui kegiatan lembaga kampus ataupun berbisnis (intra ataupun
ekstra kampus ) pun menjadi “artis” dapat di mulai dari dunia kuliah (JOKOWOW
BANJET *__*).
Belum nyambung
dengan judulnya yahh…… hehehhehe.. sabarr, bentar lagi kok ^__^….
“Na iso kalem ”
(bahasa jawa: tidak bisa diam). itulah sosok pribadi ku yang senangnya berwara
wiri. Walaupun kegiatan kampus yang berkonsentrasi pada tugas2 yang be-Jubel
ditambah dengan Mid and Final exam, tidak membuat ku nerima begitu saja, dalam
arti duduk diam ,kerja tugas, ngumpul tugas, Udah selesai ….How’s flat I am ! .
Bagiku mencoba hal yang baru di + pengalaman adalah sesuatu yang sangat
menngelitik hidupku.. hahahha “Menggelitik”… !
Ya! I choose
teaching private as a new experience in my life. Even though just braveness
that I have (Modal Nekat! ) . Awal mula karir itu kumulai ketika duduk di
semester 3. Bermula dari promosi tante ku yang bermukim di BTP (salah satu nama
jalan tersohor di kota Makassar) kemudian rintisan karir ku pun dimulai. Awal
murid yang kumiliki itu cuman 3 orang dengan Siswa kelas 4 SD 2 orang , dan 1
SD 1 orang. Masalah salary, hemmm lumayanlah untuk pemula/ amatiran seperti aku
ini.
Nahh, dalam
mengajar itu ada banyak kejadian-kejadian lucu yang si bocah2 itu lakukan. Dan tentunya
merupakan hal yang tidak akan terlupakan… Ehhhh ada juga loh cerita-cerita
membuat aku sangat terharu pada mereka…. Check it out….
Kita mulai
dari Naufal, Kelas 4 SD. SD Inpres Tamalanrea Blok G .
- Waktu kami sedang belajar didepan tv (Agak sedikit membelakangi TV) , pada ssat itu aku sedang mengenalkan bahasa inggris dari “Burung memilki 2 kaki”, lalu tiba-tiba muncul iklan Inul Dartista yang sedang mensponsori “Mie Burung Dara”…. Ehhhh secara spontan Naufal menyanyikan lagu iklan tersebut, kata-katanya seperti ini “Mie Burung Dara, Enaknya Nyambung Terusss” (Ditambah dengan “Cengko’an ala penyanyi dangdut) hahahahhahhahahha… Pokoknya Lucu dehh kalo ingat itu lagi.
Tapi sayangnya, Adik Naufal udah berhenti les karena
masuk pesantren, pun dengan adiknya, Fia (Kelas 1 SD )…. <3
- Adik Zasha Sabrina (Kelas 4 SD ), Ibunya adalah
seorang dokter ahli neuron di Rs. Wahidin Sudirohusodo. Suatu ketika Tenri Kati
(Azizah) pernah sakit masalah perempuan, pada saat itu aku berniat
mengantarkannya untuk Check up ke dokter klinik, tapi karena factor keuangan
yang sedikit sekarat ditambah dengan penyakit itu yang sudah
sedikiteehhh mulai ganas sihh menurut ku, akhirnya ku coba untuk berkonsultasi dengan bu Dr. Anna (Ibu dari adik Zasa). Alhamdulillah beliau mau membantu kami (Mungkin karena beliau tau kami lag KERE-KARATAN ) untuk dating kerumahnya dan diperiksa oleh beliau. Diberikan resep obat lalu di tebus (Untung obatnya juga obat Generik, jadi cukup dengan kantong dari Azizah). Di akhir pembicaraan, aku mencoba menyakan “Bu, berapa?? (Agak sedikit malu di + menggunakan kalimat bermajas)… Dijawab oleh Dr. Anna “tidak usah bayar, kalau masih belum ada perubahan kesini saja yah”.. (Waghhhhhh betul-betul pertolongan Allah itu selalu ada untuk kita yang yakin ^_^ ).
Selang beberapa bulan mengajar dengan
3 siswa, Alahmdulillah Allah memberikan 1 siswa lagi, Namanya Muh. Dimaz, kelas
1 SMP.
- Dimaz adalah seorang anak yang sangat pendiam (cukup sulit untuk diajari), ibunya memasukkannya kursus private ini sebagi persiapan untuk masuk pesantren Gontor nanti. Pernah suatu ketika aku memintanya untuk menjawab sebuah tugas yang aku beri, dia tak mau menjawab nya , dia hanya berkata “ janki lihat tulisan ku, jelek skli tulisan ku (logat makassar) “ … jadi setiap kali aku memintanya untuk menjawab sebuah tugas, dia mau menjawab asalkan aku tidak melihatnya sambil menulis. (hahahah, benar2 anak laki-laki yang sedikit unik *__* ) …. Tapi hal itu tak berlangsung cukup lama, sedikit demi sedikit aku mulai berhasil membuat kepercayaan dirinya terhadap tulisannya sendiri,lambat laun dia mau menulis didepan ku dan melihatkan tulisannya kepada ku. (Huffhhhh.. LEGAAAA BANGETTT CUYYY :D :D :D ), ibunya pun berterimaksih dengan hal itu kepada q. *Sungguh manis J…
Selang
±
5 bulan saya mengajar di adik dimaz, saya jatuh sakit hingga di opname sekitar 1
minggu, setelah itu pemulihan fisik sekitar 1 ½ bulan…. Karena pada saat itu
aku tak bisa mengabarinya dan kebetulan juga nomer telfon nya pun tidak aku
punya akhirnya aku meminta pada tante q, yang kebetulan tetangga-an dengan dia
untuk memberitahukan keadaan ku saat ini , tapi malangnya tante q terlambat
menginformasikan hal tersebut, hingga berselang seminggu sebelum aku kembali
memgajar.
Setelah
kondisi fisik yang sudah mulai membaik, aku pun kembali dengan aktifitas ku,,,
Aku datang kerumahnya,,,, pada ssat itu aku hanya bertemu dengan ibunya, pada
ssat itu, ibunya hanya menceritakan bahwa Dimaz telah pergi ke bone untuk
berlatih menghafal ayat-ayat alQura’an (Menghafal al-Qur’an). Ibunya
menceritakan bahwa, dimaz selalu menanyakan kabar ku, setiap minggu dimaz
selalu menungguku di ruang tamunya hingga sore hari, dia selalu berharap akan
kehadiranq, ibunya yang tak tau informasi bahwa aku sakit, ibunya hanya
memberitahukan pada anknya bahwa “kak dhila lagi sibuk kuliah jadi nda bisa datang”…
hal itu selalu terjadi di minggu2 berikutnya, tepat jam belajar selalu di
mulai. Akhirnya , dengan permintaan maaf
kepada ibunya, aku pun pulang dengan rasa cukup sedih+terharu+kecewa dengan
diri ku sendiri karena tak dapat memberikan informasi secepatnya. “Dimas suka
sekali ki itu dek”. Ibunya mengakhiri pembicaraan kami pada saat itu… .
Sekitar
3 bulan akupun rehat sejenak dari dunia mengajar. Tapi aku yakin rejeki tak
akan kemana jika kita berdoa dan disertai dengan usaha untuk mencari informasi mengenai
lowongan mengajar. Awalnya bersama sahabat2 q Mila, dan kasma, kami mencoba
memasukkan lamaran mengajar ke Bimbingan Belajar “Mindset”… Tapi jujur, pada
saat itu hatiku tak sepenuhnya ingin bergabung dengn lembaga yang seperti ini,
hatiku hanya terpaut dengan aliran Private. Dengan cepat aku mengambil
keputusan, akhirnya aku pulang dengan hasil nihil.
Berselang
sebulan, aku melihat lowongan “D’rektor
Private” disitus Facebook “Bidik Misi UNM”… setelah itu aku mencoba menghubungi
CP nya, dan melewati beberapa tahapan , Alhamdulillah aku diterima,, dan
memulai untuk mengajar lagi… Adapun siswa2 q adalah : A. Athiyah kelas 2 SD, Afiqah
kelas 5 SD, widya L 1 SMP, Lisa kelas 4 SD, Furqon kelas 3 SMA, Uni Kelas 2 SMA, dan Salmiah
(Preparing for SNMPTN 2013)….
We are Rektor Private's Team ^_^
*Sebenarnya orang2nya masih banyak cuman mereka tidak mau di photo... (Mahalll ^_^)
We are Rektor Private's Team ^_^
*Sebenarnya orang2nya masih banyak cuman mereka tidak mau di photo... (Mahalll ^_^)
Yuuuukkkkkkk,
lihat kisah2 menarik Q lagi dengan mereka:
Namanya
A. Athiyah Hafidzah, kelas 2 SD…. Anaknya ini adalah salah satu siswi ter-
favorite saya…. Sifat periangnya menjadi hiburan tersendiri untuk ku dikala
ke-Sumpekkan dengan tugas kuliah dan masalh2 lainnya… Bagi ku senyumnya itu
merupakan zat addictive tersendiri untuk ku…..
Suatu
ketika, pada saat sedang mengajar hujan turun deras sekali, ayahku pada saat
itu belum datang menjemputku, akhirnya bersama dengan ibunya, Adik athiya
berinisiatif memayungi ku untuk bernaung dekat dengan rumah tempat ayahku biasa
menungguku. Tiba-tiba, Athiya berlari masuk kedalam rumhnya, lalu mengambilkan
ku paying kecil bergambar “Princess” dan memberikan ku. Sambil berkata “kakak
dhila, ambilmi ini payungku, nnti basahki” ….. *sangatttttttt membuatku terharu*…..
setelah itu athiya dan ibunya mengantarku untuk berteduh, sampai menemaniku
menunggu kedatangan ayah ku…..cukup lama pada saat itu.. (Dalam hati bergumam “Ya
Allah terimakasih atas hari ini)…..
Selanjutnya adalah Afiqah, dia
sedang duduk di bangku kelas 5 SD,, murid ku yang satu ini tergolong murid yang
cukup sulit untuk di ajar, walaupun
demikian aku tak putus asa dalam mengajarinya….
Kalau cerita menarik tentang anak
satu ini,,, cukup banyak,,,, tapi tidak usah di publikasikan yah *_________*….
Cukup hati ini saja yang menyimpannya.. hehehe…
Thank you yahhh udah baca cerita ku yang satu ini ^__^
afiqqah... :D
ReplyDeleteselamat ngajar mba'e, always cheerful ;)
iyah ulpah.... Someday, I hope you can do it too... Amin :)
Delete